Sambut Hangat Kunjungan Aleksandr Lukashenko, Presiden Prabowo Sepakati Peta Jalan Kerja Sama Baru

Sambut Hangat Kunjungan Aleksandr Lukashenko, Presiden Prabowo Sepakati Peta Jalan Kerja Sama Baru

JAKARTA – Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Belarus memasuki babak baru yang semakin erat. Presiden Republik Belarus, Aleksandr Lukashenko, menegaskan bahwa posisi Indonesia sangat krusial bagi negaranya, bahkan disebut sebagai salah satu mitra paling penting di kawasan Asia Tenggara.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Lukashenko saat melakukan kunjungan kenegaraan dan menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta. Kedatangan pemimpin Belarus ini disambut hangat dengan upacara kenegaraan yang meriah, lengkap dengan kawalan pasukan berkuda hingga penampilan Tari Enggang khas Kalimantan Timur.

Dalam keterangan resmi bersama usai pertemuan, Presiden Lukashenko mengungkapkan kekagumannya atas perkembangan pesat Indonesia. Ia menyebutkan bahwa relasi kedua negara memperlihatkan adanya kesamaan tujuan dan dukungan satu sama lain di panggung internasional.

"Indonesia akan selalu menjadi salah satu partner penting Belarus di Asia Tenggara. Dan tahukah Anda, jika saya hanya memiliki satu teman di Asia Tenggara, itu sudah cukup," ujar Presiden Lukashenko penuh kehangatan.

Lukashenko juga mengenang momen kunjungan pertamanya ke tanah air pada tahun 2013 silam. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia berjalan sangat cepat dan memiliki prospek yang sangat kuat ke depan. Pertemuan puncak ini sendiri sejatinya merupakan buah dari rencana yang telah disusun sejak satu tahun lalu, tepatnya setelah Prabowo sempat menyambangi Belarus pada Juli 2025.

Senada dengan tamu negaranya, Presiden Prabowo Subianto menyambut baik penguatan kemitraan strategis ini. Sebagai bukti nyata komitmen kedua negara, mereka menyaksikan langsung penandatanganan tujuh nota kesepahaman (MoU) yang mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari industri, kesehatan, kebudayaan, keagamaan, hingga riset teknologi.

Selain kesepakatan tersebut, kedua kepala negara resmi meluncurkan Peta Jalan (Roadmap) Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030 sebagai panduan kerja sama bilateral untuk lima tahun ke depan. Pertemuan yang berlangsung pada hari Kamis, 2 Juli 2026 ini berjalan sangat konstruktif dan diharapkan bisa segera diimplementasikan demi kemakmuran masyarakat kedua negara.

Turut hadir mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan penting tersebut sejumlah pejabat kabinet, di antaranya Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Sambut Hangat Kunjungan Aleksandr Lukashenko, Presiden Prabowo Sepakati Peta Jalan Kerja Sama Baru
  • Sambut Hangat Kunjungan Aleksandr Lukashenko, Presiden Prabowo Sepakati Peta Jalan Kerja Sama Baru
  • Sambut Hangat Kunjungan Aleksandr Lukashenko, Presiden Prabowo Sepakati Peta Jalan Kerja Sama Baru
  • Sambut Hangat Kunjungan Aleksandr Lukashenko, Presiden Prabowo Sepakati Peta Jalan Kerja Sama Baru
  • Sambut Hangat Kunjungan Aleksandr Lukashenko, Presiden Prabowo Sepakati Peta Jalan Kerja Sama Baru
  • Sambut Hangat Kunjungan Aleksandr Lukashenko, Presiden Prabowo Sepakati Peta Jalan Kerja Sama Baru

Posting Komentar