IHSG Berhasil Parkir di Zona Hijau 5.744, Bayang Rupiah Rp18.000 per Dolar AS Mengintai

IHSG Berhasil Parkir di Zona Hijau 5.744, Bayang Rupiah Rp18.000 per Dolar AS Mengintai

JAKARTA – Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya bisa bernapas lega setelah berhasil menyudahi perdagangan di zona hijau. Indeks saham domestik mencatatkan kenaikan sebesar 49,44 poin atau melesat sekitar 0,87 persen, yang membuatnya mendarat nyaman di level 5.744 pada penutupan perdagangan hari Kamis, 2 Juli 2026.

Data pasar menunjukkan jalannya perdagangan hari ini berjalan cukup dinamis dengan total transaksi yang menembus angka Rp10,9 triliun, melibatkan perputaran sekitar 19,1 miliar lembar saham. Dari seluruh saham yang melantai, tercatat ada 418 saham yang nasibnya mujur alias menguat, 230 saham terpaksa memerah, sementara 311 saham lainnya memilih jalan datar alias stagnan.

Beberapa sektor andalan seperti energi, infrastruktur, dan teknologi menjadi motor utama yang mendorong IHSG bertahan di zona hijau hingga bel akhir perdagangan berbunyi.

Namun, di balik kegembiraan lantai bursa saham, raut waspada justru terlihat jelas di pasar valuta asing. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dilaporkan semakin tertekan berat dan kini posisinya sudah berada di level kritis, yakni nyaris menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS.

Kondisi pelemahan mata uang Garuda yang kian mengkhawatirkan ini memicu perhatian dari berbagai analis keuangan global. Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, memberikan keterangan resminya terkait situasi ini. Menurut analisisnya, pergerakan dolar AS yang terus perkasa dipicu oleh tensi geopolitik dunia yang memanas, khususnya pasca-tindakan militer Amerika Serikat di Timur Tengah yang menyasar Iran. Efeknya, para pelaku modal global berbondong-bondong mengamankan aset mereka ke mata uang dolar AS (safe haven).

Lukman Leong memproyeksikan pergerakan nilai tukar rupiah dalam waktu dekat ini akan terus diuji dalam rentang Rp17.750 hingga Rp17.900 per dolar AS. Angka Rp18.000 kini menjadi batas psikologis baru yang paling krusial dan diawasi ketat oleh pasar.

Kendati tekanan eksternal begitu nyata, pemerintah bersama Bank Indonesia menegaskan terus menyiapkan berbagai instrumen kebijakan dan intervensi pasar guna menjaga stabilitas pasar obligasi serta menahan gejolak nilai tukar agar tidak meluncur lebih dalam.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • IHSG Berhasil Parkir di Zona Hijau 5.744, Bayang Rupiah Rp18.000 per Dolar AS Mengintai
  • IHSG Berhasil Parkir di Zona Hijau 5.744, Bayang Rupiah Rp18.000 per Dolar AS Mengintai
  • IHSG Berhasil Parkir di Zona Hijau 5.744, Bayang Rupiah Rp18.000 per Dolar AS Mengintai
  • IHSG Berhasil Parkir di Zona Hijau 5.744, Bayang Rupiah Rp18.000 per Dolar AS Mengintai
  • IHSG Berhasil Parkir di Zona Hijau 5.744, Bayang Rupiah Rp18.000 per Dolar AS Mengintai
  • IHSG Berhasil Parkir di Zona Hijau 5.744, Bayang Rupiah Rp18.000 per Dolar AS Mengintai

Posting Komentar