Aksi Brutal OTK Lempar Batu ke KRL Rangkasbitung, Kaca Gerbong Pecah dan Lukai Penumpang

Aksi Brutal OTK Lempar Batu ke KRL Rangkasbitung, Kaca Gerbong Pecah dan Lukai Penumpang

LEBAK – Aksi vandalisme yang membahayakan nyawa pengguna transportasi publik kembali terjadi di jalur Commuter Line. Sebuah rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) rute Tanah Abang–Rangkasbitung menjadi sasaran pelemparan batu oleh orang tidak dikenal (OTK), yang mengakibatkan kaca jendela gerbong hancur berantakan dan melukai seorang penumpang di dalamnya.

Insiden mencekam tersebut terjadi saat kereta sedang melaju kencang di antara stasiun perbatasan pada hari Selasa malam, 9 Juni 2026. Suara benturan keras tiba-tiba mengejutkan para penumpang yang sedang beristirahat sepulang kerja, disusul oleh suara gemerincing pecahan kaca yang langsung berserakan di lantai gerbong.

Menurut kesaksian beberapa penumpang di lokasi, batu yang dilemparkan dari pinggir rel tersebut berukuran cukup besar hingga mampu menjebol kaca tebal kereta. Sialnya, serpihan tajam dari kaca yang hancur itu langsung mengenai salah satu penumpang yang duduk tepat di bawah jendela tersebut, menyebabkan luka robek di bagian lengan.

"Kereta lagi jalan biasa, tiba-tiba terdengar bunyi prak keras sekali. Kaca langsung bolong dan pecahannya terbang ke mana-mana. Ada satu penumpang yang menjerit karena tangannya berdarah terkena pecahan kaca," ujar salah seorang saksi mata yang berada di gerbong yang sama.

Penanganan Korban dan Investigasi Petugas

Petugas pengawal kereta (Walka) yang sigap langsung menuju ke lokasi gerbong begitu menerima laporan dari penumpang. Korban yang terluka segera diberikan pertolongan pertama di dalam kereta sebelum akhirnya dievakuasi ke pos kesehatan stasiun terdekat setibanya KRL di Stasiun Rangkasbitung.

Pihak KAI Commuter Indonesia (KCI) sangat menyayangkan tindakan anarkis yang tidak bertanggung jawab ini. Melalui pernyataan resminya malam ini, manajemen menyatakan telah menerjunkan tim pengamanan internal untuk menyisir lokasi sekitar tempat kejadian perkara (TKP) guna memburu pelaku pelemparan.

"Kami mengecam keras aksi pelemparan batu ini karena sangat membahayakan keselamatan jiwa penumpang dan petugas kami di lapangan. Kami sedang berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat untuk melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku," tegas juru bicara KAI Commuter dalam keterangannya.

Desakan Pengamanan di Jalur Rawan

Akibat insiden ini, perjalanan KRL Rangkasbitung sempat mengalami sedikit keterlambatan karena petugas harus memastikan sisa-sisa pecahan kaca di dalam gerbong telah bersih dan aman bagi penumpang lain.

Para pengguna setia Commuter Line pun mendesak pihak operator dan kepolisian untuk meningkatkan patroli malam hari di sepanjang jalur rel yang dinilai rawan dan minim penerangan, guna mencegah teror serupa terulang kembali di masa mendatang.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Aksi Brutal OTK Lempar Batu ke KRL Rangkasbitung, Kaca Gerbong Pecah dan Lukai Penumpang
  • Aksi Brutal OTK Lempar Batu ke KRL Rangkasbitung, Kaca Gerbong Pecah dan Lukai Penumpang
  • Aksi Brutal OTK Lempar Batu ke KRL Rangkasbitung, Kaca Gerbong Pecah dan Lukai Penumpang
  • Aksi Brutal OTK Lempar Batu ke KRL Rangkasbitung, Kaca Gerbong Pecah dan Lukai Penumpang
  • Aksi Brutal OTK Lempar Batu ke KRL Rangkasbitung, Kaca Gerbong Pecah dan Lukai Penumpang
  • Aksi Brutal OTK Lempar Batu ke KRL Rangkasbitung, Kaca Gerbong Pecah dan Lukai Penumpang

Posting Komentar