Setelah Tertunda Akibat Perang dan Masa Berkabung, Iran Jadwalkan Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei pada 9 Juli
TEHERAN — Pemerintah Republik Islam Iran akhirnya merilis jadwal resmi rangkaian upacara penghormatan terakhir dan pemakaman bagi mendiang Pemimpin Tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei. Pengumuman ini sekaligus mengakhiri ketidakpastian setelah prosesi pemakaman tokoh sentral tersebut sempat tertunda selama beberapa bulan akibat situasi perang yang berkecamuk di kawasan Asia Barat.
Berdasarkan laporan resmi dari stasiun televisi pemerintah pada Sabtu, 13 Juni 2026, otoritas Teheran memastikan bahwa jasad Ali Khamenei akan dikebumikan secara permanen pada 9 Juli mendatang. Lokasi peristirahatan terakhirnya ditetapkan di kompleks suci Maqam Imam Reza yang berada di kota Mashhad, wilayah timur laut Iran, yang juga merupakan tanah kelahiran sang ulama besar.
Sebelum menuju prosesi pemakaman akhir di Mashhad, pihak berwenang telah menyusun rangkaian upacara agung yang melibatkan mobilisasi massa dalam skala masif. Penghormatan pertama akan dimulai di Ibu Kota Teheran selama tiga hari sejak 4 Juli, sebelum kemudian jenazah dibawa melintasi kota suci Qom pada 7 Juli guna memberikan kesempatan bagi jutaan warga serta kalangan ulama memberikan doa pelepasan.
"Kami memperkirakan sekitar 20 juta orang dari berbagai penjuru negeri dan perwakilan internasional akan hadir. Pengaturan logistik dan keamanan ketat sedang disiapkan agar seluruh prosesi berjalan khidmat," ujar perwakilan komite pemakaman nasional dalam siaran persnya.
Penundaan pemakaman ini menjadi sejarah tersendiri. Sejak wafatnya Ali Khamenei pada akhir Februari lalu akibat serangan udara gabungan di Teheran, eskalasi konflik militer yang tinggi membuat pemerintah terpaksa menyimpan jenazah sang pemimpin di tempat yang aman. Baru setelah draf perjanjian penghentian perang antara pihak-pihak terkait mulai disepakati, stabilitas dalam negeri Iran dinilai cukup kondusif untuk menggelar ritual pemakaman kenegaraan.
Momen penguburan pada bulan Juli nanti diprediksi tidak hanya menjadi hari duka nasional yang emosional bagi rakyat Iran, tetapi juga menandai transisi kekuasaan penuh ke tangan putranya, Mojtaba Khamenei, yang kini memikul tanggung jawab besar memimpin Iran di era pasca-perang.

Posting Komentar