Lolos dari Lubang Jarum, Argentina Bungkam Mesir 3-2 Lewat Piala Dunia 2026
Pertandingan yang digelar di Atlanta Stadium ini berjalan sangat sengit sejak peluit pertama dibunyikan. Argentina yang mengambil inisiatif serangan justru harus kecolongan pada menit ke-15. Bek Mesir, Yasser Ibrahim, berhasil memenangi duel udara dengan Lisandro Martinez dan menanduk bola hasil umpan silang Marwan Attia untuk membawa Mesir unggul 1-0.
Hanya berselang empat menit, Argentina mendapat hadiah penalti setelah Nicolas Tagliafico dilanggar keras oleh Haissem Hassan di kotak terlarang. Lionel Messi maju sebagai algojo, namun tendangannya ke arah sudut kanan bawah berhasil dibaca dan ditepis secara gemilang oleh kiper Mesir, Mostafa Shobeir.
Memasuki babak kedua, nestapa Argentina tampaknya kian lengkap. Melalui skema serangan balik cepat pada menit ke-67, Mostafa Ziko berhasil menggandakan keunggulan Mesir setelah memanfaatkan sodoran bola dari Mohamed Salah dan Haissem Hassan. Papan skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan tim berjuluk The Pharaohs.
Namun, di sisa waktu pertandingan, Argentina menolak menyerah. Rentetan gol balasan ajaib mereka bermula pada menit ke-79. Berawal dari umpan lambung terukur Lionel Messi, Cristian Romero sukses menipiskan jarak lewat sundulan tajamnya.
Momen penebusan dosa bagi sang kapten, Lionel Messi, akhirnya tiba pada menit ke-83. Memanfaatkan kemelut di depan gawang hasil umpan tarik Gonzalo Montiel, sepakan keras Messi sempat membentur mistar gawang bagian atas sebelum akhirnya memantul masuk melewati garis gawang. Skor pun menjadi imbang 2-2.
Puncak drama terjadi di masa injury time, tepatnya menit ke-90+3. Penyerang pengganti Lautaro Martinez mengirimkan umpan silang matang ke jantung pertahanan Mesir. Enzo Fernandez yang lepas dari pengawalan langsung menyambutnya dengan sundulan keras yang tak mampu dihalau Shobeir, sekaligus mengunci kemenangan dramatis Argentina 3-2.
Gol penentu dari gelandang Chelsea tersebut sempat memicu protes keras dari official dan para pemain Mesir karena menganggap ada pelanggaran terlebih dahulu terhadap Mohamed Salah dalam proses serangan balik. Protes yang berlebihan bahkan membuat wasit harus mengacungkan kartu merah untuk staf pelatih Mesir di pinggir lapangan.
Kemenangan ini memastikan langkah kaki Lionel Messi dan kolega menuju babak perempat final (8 besar) Piala Dunia 2026, sementara dongeng indah Mesir terpaksa harus terhenti.
Seusai laga yang sangat menguras emosi tersebut, pelatih Argentina, Lionel Scaloni, bahkan tak mampu membendung air matanya saat diwawancarai.
"Saya tidak bisa melihat ke atas, maaf. Saya benar-benar emosional saat ini," ungkap Lionel Scaloni dengan nada bergetar meluapkan kelegaannya setelah tim asuhannya lolos dari lubang jarum.
Laga penuh drama ini tercatat berlangsung pada hari Selasa, 7 Juli 2026 waktu setempat, atau Rabu dini hari waktu Indonesia. Di babak perempat final nanti, Argentina akan menunggu pemenang dari laga antara Kolombia melawan Swiss.

Posting Komentar