Jangan Asal Pasang! Dokter Ungkap Risiko Besar di Balik Pemasangan Ring Jantung yang Berlebihan
JAKARTA – Pemasangan ring jantung (stent) selama ini dikenal sebagai salah satu solusi medis paling efektif untuk menyelamatkan nyawa pasien yang mengalami penyumbatan pembuluh darah. Namun, tindakan intervensi ini ternyata memiliki batasan aman yang wajib diperhatikan. Pakar kesehatan dan dokter spesialis jantung memberikan peringatan keras bahwa memasang ring dalam jumlah yang berlebihan, bahkan hingga belasan, justru bisa memicu komplikasi serius yang berakibat fatal bagi pasien.
Edukasi dan peringatan medis yang sangat penting bagi masyarakat luas ini disampaikan oleh pihak medis pada hari Senin, 15 Juni 2026. Dalam penjelasannya, para ahli meluruskan persepsi keliru di masyarakat yang menganggap bahwa semakin banyak ring yang dipasang, maka pembuluh darah akan semakin aman dari risiko penyumbatan ulang.
"Ring jantung itu adalah benda asing yang dimasukkan ke dalam tubuh. Memasang ring dalam jumlah yang terlalu banyak, apalagi sampai belasan di sepanjang jalur pembuluh darah, justru meningkatkan risiko terjadinya peradangan kronis dan pembekuan darah baru secara mendadak," ujar seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dalam sesi edukasi kesehatan di Jakarta.
Risiko Restenosis dan Kerusakan Dinding Pembuluh Darah
Secara teknis, pemasangan ring bertujuan untuk menyangga dinding pembuluh darah yang menyempit akibat plak kolesterol. Namun, jika ring dipasang terlalu rapat atau bertumpuk dalam jumlah banyak, tubuh akan meresponsnya secara alami dengan membentuk jaringan parut di sekitar area tersebut. Proses ini justru bisa memicu terjadinya restenosis atau penyempitan kembali di dalam ring itu sendiri.
Selain itu, keberadaan belasan ring akan membuat pembuluh darah kehilangan kelenturan alaminya secara permanen. Pembuluh darah yang kaku dan mengeras akibat jalinan logam ring tersebut menjadi sangat rentan mengalami robekan (diseksi) atau pecah saat jantung dipaksa memompa darah dengan tekanan tinggi.
Pentingnya Mengubah Gaya Hidup, Bukan Cuma Bergantung pada Ring
Melihat besarnya risiko tersebut, tim medis menegaskan bahwa tindakan pasang ring seharusnya diprioritaskan hanya pada pembuluh darah utama yang mengalami penyumbatan kritis di atas 70-80 persen. Untuk penyumbatan yang sifatnya menyebar atau berskala kecil, terapi obat-obatan dosis optimal jauh lebih disarankan.
Di akhir penjelasannya, dokter mengingatkan bahwa ring jantung bukanlah obat yang menyembuhkan penyakit inti, melainkan hanya alat bantu sirkulasi. Kunci utama agar pasien terhindar dari meja operasi berulang kali adalah komitmen kuat untuk mengubah gaya hidup secara total, mulai dari menjaga pola makan rendah lemak, berhenti merokok, manajemen stres, hingga rutin mengonsumsi obat pengencer darah sesuai resep dokter.

Posting Komentar