Ad
Ad

Maut yang Tertidur: Ledakan Dahsyat Bom Perang Dunia II Guncang Permukiman, 5 Tewas

Maut yang Tertidur: Ledakan Dahsyat Bom Perang Dunia II Guncang Permukiman, 5 Tewas

TARAKAN – Sebuah ledakan dahsyat yang diduga kuat berasal dari bom aktif sisa peninggalan Perang Dunia II mengguncang kawasan pinggiran kota Tarakan, Kalimantan Utara, pada Selasa (2/6) pagi. Insiden mengerikan ini memakan korban jiwa; sedikitnya 5 orang dilaporkan tewas di lokasi kejadian, sementara 3 warga lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian.

Ledakan yang terjadi sekitar pukul 08.30 WITA tersebut berlokasi di sebuah area proyek galian fondasi pembangunan rumah warga. Saking kuatnya getaran dan daya ledak bom tua tersebut, dua rumah yang berada tepat di radius terdekat hancur rata dengan tanah, sementara belasan rumah di sekitarnya mengalami rusak berat pada bagian atap dan dinding.

Warga sekitar sempat mengira suara gemuruh tersebut adalah gempa bumi atau ledakan tangki gas raksasa, sebelum akhirnya melihat kepulan asap putih tebal membubung tinggi ke udara diikuti aroma belerang yang menyengat.

Kronologi Penggalian yang Berujung Petaka

Menurut keterangan beberapa saksi mata, petaka ini bermula ketika sejumlah pekerja bangunan sedang melakukan penggalian tanah secara manual untuk memasang cakar ayam fondasi rumah. Pada kedalaman sekitar dua meter, sekop salah seorang pekerja membentur benda besi berukuran besar yang terkubur di dalam tanah.

Nahas, diduga akibat benturan keras atau ketidaktahuan para pekerja yang mencoba mengangkat benda logam korosif tersebut, sistem pemicu bom yang sudah tertidur pulas selama puluhan tahun itu mendadak aktif kembali dan langsung meledak.

"Suaranya luar biasa keras, telinga sampai berdengung. Pas saya keluar rumah, tempat galian itu sudah berubah jadi lubang kawah besar. Beberapa pekerja dan warga yang kebetulan lewat sudah tidak bernyawa," tutur Supriadi (50), seorang warga setempat dengan wajah yang masih pucat pasi.

Proses Evakuasi dan Penyisiran Tim Jihandak

Tak lama setelah kejadian, tim gabungan dari TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung diterjunkan ke lokasi untuk mensterilkan area. Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Satuan Brimob Polda Kaltara juga dikerahkan guna mengantisipasi adanya potensi bom sekunder yang masih tertimbun di sekitar lokasi.

Petugas medis dibantu warga sekitar bergerak cepat mengevakuasi lima jenazah korban tewas ke rumah sakit terdekat. Sementara itu, proses pencarian terhadap tiga korban yang dilaporkan hilang hingga kini masih terus berjalan menggunakan alat berat dan unit anjing pelacak (K9), karena diduga mereka tertimbun oleh reruntuhan tanah dan puing bangunan yang runtuh.

Pemerintah daerah setempat mengimbau kepada seluruh masyarakat Tarakan—yang secara historis memang merupakan salah satu wilayah pertempuran sengit pada masa Perang Dunia II—untuk segera melapor ke aparat keamanan jika menemukan benda asing berbahan logam yang mencurigakan saat melakukan aktivitas penggalian tanah, demi mencegah tragedi serupa terulang kembali.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Maut yang Tertidur: Ledakan Dahsyat Bom Perang Dunia II Guncang Permukiman, 5 Tewas
  • Maut yang Tertidur: Ledakan Dahsyat Bom Perang Dunia II Guncang Permukiman, 5 Tewas
  • Maut yang Tertidur: Ledakan Dahsyat Bom Perang Dunia II Guncang Permukiman, 5 Tewas
  • Maut yang Tertidur: Ledakan Dahsyat Bom Perang Dunia II Guncang Permukiman, 5 Tewas
  • Maut yang Tertidur: Ledakan Dahsyat Bom Perang Dunia II Guncang Permukiman, 5 Tewas
  • Maut yang Tertidur: Ledakan Dahsyat Bom Perang Dunia II Guncang Permukiman, 5 Tewas

Posting Komentar

Ad
Ad
Ad