Usut Gurita Tambang Ilegal, Tim Bareskrim Polri Turun Langsung ke Konawe Selatan
KONAWE SELATAN – Langkah tegas diambil oleh Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) dalam membenahi karut-marut sektor pertambangan di daerah. Tim khusus dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri turun langsung ke Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, pada Selasa (2/6/2026), untuk meninjau dan menyelidiki dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh sejumlah aktivitas pertambangan di wilayah tersebut.
Kedatangan tim penyidik dari Jakarta ini merupakan respons cepat atas laporan beruntun dari masyarakat dan sejumlah aliansi peduli lingkungan. Mereka mengeluhkan adanya aktivitas penambangan yang diduga kuat menabrak aturan, mulai dari masalah izin koridor, pelanggaran wilayah konsesi, hingga dampak kerusakan lingkungan yang mulai mengancam pemukiman warga dan lahan pertanian lokal.
Pantauan di lokasi menunjukkan tim Bareskrim bersama dinas terkait setempat langsung melakukan pengecekan titik koordinat batas tambang menggunakan drone dan alat navigasi satelit. Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah ada pencaplokan kawasan hutan lindung atau area di luar izin usaha pertambangan (IUP) yang resmi.
Perwakilan tim penyidik Bareskrim Polri menegaskan bahwa peninjauan lapangan ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menegakkan hukum di sektor sumber daya alam tanpa pandang bulu.
"Kami datang ke Konawe Selatan untuk mencocokkan data administratif dengan fakta riil di lapangan. Jika dalam peninjauan ini kami menemukan adanya bukti kuat pelanggaran, baik itu penambangan ilegal (illegal mining) maupun perusakan lingkungan yang masif, kami pastikan proses hukum akan berjalan tegas dan tuntas," ujarnya di sela-sela peninjauan lapangan.
Selain memeriksa area konsesi tambang, tim Bareskrim dijadwalkan akan memeriksa sejumlah dokumen operasional perusahaan, amdal (analisis mengenai dampak lingkungan), serta meminta keterangan dari pihak manajemen perusahaan tambang yang bersangkutan dan saksi-saksi dari masyarakat sekitar.
Warga Konawe Selatan menyambut baik kehadiran tim bentukan Mabes Polri ini. Mereka berharap kunjungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan mampu memberikan solusi jangka panjang atas konflik lahan dan pencemaran lingkungan yang selama ini sering membuat masyarakat lokal merasa terpinggirkan.

Posting Komentar