Iran Klaim Serangan AS Tewaskan 50 Orang dan Lukai Lebih dari 500 Warga
JAKARTA – Kementerian Kesehatan Iran menyatakan sedikitnya 50 orang meninggal dunia dan lebih dari 500 lainnya mengalami luka-luka akibat serangkaian serangan Amerika Serikat (AS) sejak 6 Juli 2026.
Data tersebut disampaikan pemerintah Iran di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington. Namun, hingga kini belum terdapat pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait klaim jumlah korban tersebut.
Sementara itu, Wakil Gubernur Khuzestan Bidang Keamanan, Valiollah Hayati, menyebut serangan AS telah mengenai sedikitnya 95 lokasi di Provinsi Khuzestan dalam kurun waktu 10 hari terakhir.
Menurut Hayati, serangan tersebut menyasar 12 wilayah di provinsi yang berada di bagian barat daya Iran tersebut.
"AS menyerang 12 wilayah di Provinsi Khuzestan, yang menunjukkan kejahatan musuh yang tak terbatas," ujar Hayati seperti dikutip kantor berita Tasnim, Sabtu (18/7/2026).
Ia menyampaikan, sedikitnya delapan warga sipil dilaporkan tewas akibat serangan yang terjadi di wilayah Khuzestan.
Selain Khuzestan, dampak serangan juga dilaporkan terjadi di Provinsi Hormozgan. Otoritas setempat menyebut serangan AS pada malam sebelumnya turut memengaruhi infrastruktur komunikasi di wilayah Bandar Abbas dan Hajiabad.
Kepala Bidang Komunikasi dan Teknologi Informasi Hormozgan mengatakan sebanyak 116 menara telekomunikasi mengalami gangguan operasional setelah serangan tersebut.
Kondisi itu menyebabkan layanan komunikasi, mulai dari telepon rumah, jaringan seluler, hingga akses internet terganggu di sejumlah wilayah provinsi tersebut.
Seluruh informasi mengenai jumlah korban dan dampak serangan tersebut berasal dari otoritas Iran. Sampai saat ini, belum ada konfirmasi maupun tanggapan dari pemerintah Amerika Serikat mengenai laporan tersebut.

Posting Komentar