Kecelakaan Maut Sibolangit Renggut Empat Nyawa, Keluarga Korban Ungkap Detik-Detik Pilu

Kecelakaan Maut Sibolangit Renggut Empat Nyawa, Keluarga Korban Ungkap Detik-Detik Pilu

MEDAN – Salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan beruntun di kawasan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Anton Simorangkir (38), telah dievakuasi ke RSUP H Adam Malik Medan. Kondisi jenazah korban disebut mengalami luka berat akibat kecelakaan tersebut.

Kepala Instalasi Forensik dan Pemulasaraan Jenazah RSUP H Adam Malik, dr Nasib Mangoloi Situmorang, mengatakan jenazah Anton tiba di rumah sakit sekitar pukul 12.30 WIB setelah dievakuasi dari lokasi kejadian.

Setibanya di rumah sakit, jenazah langsung dibawa ke ruang pemulasaraan untuk dilakukan penanganan. Menurut dr Nasib, kondisi korban cukup sulit ditangani karena terdapat bagian tubuh yang terpisah akibat benturan keras dalam kecelakaan.

"Kesulitannya ada, yaitu untuk menyatukan kepalanya lagi, menyatukan kakinya lagi, memasukkan organ-organ tubuhnya lagi," ujar dr Nasib, Jumat (17/7/2026).

Ia menjelaskan, pihaknya masih melakukan proses pemulasaraan dengan menyatukan kembali bagian tubuh korban sebelum nantinya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Saat itu, baru satu jenazah korban kecelakaan yang tiba di RSUP H Adam Malik. Sementara tiga korban meninggal lainnya masih dalam perjalanan. Selain itu, terdapat lima korban luka yang telah mendapatkan penanganan medis.

Pihak rumah sakit juga telah menyiapkan tim untuk menangani seluruh korban yang dievakuasi ke RSUP H Adam Malik.

Tangis Roma Setelah Kehilangan Orangtua

Suasana duka menyelimuti area depan kamar jenazah RSUP H Adam Malik Medan pada Jumat malam. Sejumlah keluarga korban terlihat mondar-mandir dengan wajah penuh kesedihan, sementara sebagian lainnya duduk menunggu kabar dari proses identifikasi korban.

Di antara keluarga yang datang, terdapat Roma Sitinjak (21). Dengan mata sembab dan wajah penuh kesedihan, ia datang untuk memastikan kondisi orangtuanya, saudara, serta anggota keluarga lainnya yang menjadi korban kecelakaan maut di Jalan Jamin Ginting Kilometer 44–45, Desa Suka Makmur, Kecamatan Sibolangit.

Dalam kejadian tersebut, Roma kehilangan ayahnya, Heppi Sitinjak (60), ibunya Dinaria Manik (60), serta sepupunya Samsir Sitinjak (30). Tiga anggota keluarganya lainnya, yakni Five Sitinjak (11), Gabe Roida Sitinjak (18), dan Rinto Sitinjak (23), mengalami luka dan masih menjalani perawatan.

Roma mengaku pertama kali mengetahui kabar kecelakaan dari rekan kerjanya di Hill Park Sibolangit sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, ia tidak langsung menyadari bahwa keluarganya menjadi korban.

"Saya dapat informasi kecelakaan dari kawan, dia bilang, Roma tadi ada kecelakaan loh di sini. Parah sekali," ujar Roma.

Beberapa waktu kemudian, ia melihat video kecelakaan yang dibagikan oleh rekannya. Dalam video tersebut, Roma mengenali kendaraan yang ditumpangi keluarganya dari Sidikalang menuju Medan.

Ia kemudian segera menghubungi anggota keluarga lain untuk memastikan kondisi rombongan tersebut. Kakaknya, Raden Sitinjak, kemudian bergerak menuju lokasi kecelakaan di Sibolangit.

Dari sanalah keluarga mengetahui bahwa orangtua Roma menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.

"Rupanya yang dapat informasi si Gabe dan si Five sudah dilarikan ke rumah sakit. Bang Raden bilang mamak dan bapak sudah tidak ada di sini," kata Roma.

Hendak Mengantar Adik Kuliah ke Jambi

Roma menuturkan, keluarganya berangkat dari Sidikalang menuju Medan untuk mengantar adiknya, Gabe Roida Sitinjak, yang akan melanjutkan kuliah di Universitas Jambi.

Roma yang tinggal di Kecamatan Namorambe rencananya akan bergabung dengan rombongan tersebut sebelum mereka menuju loket bus Rapi.

Sekitar pukul 09.00 WIB, Roma masih sempat melakukan panggilan video dengan keluarganya yang sedang dalam perjalanan. Saat itu, ia masih melihat kedua orangtuanya tersenyum dan bercanda.

"Jam 9 masih teleponan sama si Gabe. Masih bercanda sama bapak, waktu mereka di perjalanan dalam mobil," kenangnya.

Namun, rencana keluarga tersebut berubah menjadi tragedi setelah kendaraan yang mereka tumpangi terlibat kecelakaan beruntun.

Jenazah Heppi Sitinjak, Dinaria Manik, dan Samsir Sitinjak rencananya akan dibawa ke Desa Bakal Julu, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi, untuk dimakamkan.

Kronologi Kecelakaan Sibolangit

Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Jamin Ginting Kilometer 44–45, tepatnya di depan Restoran Garuda Green Hill, Desa Suka Makmur, Kecamatan Sibolangit, Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Ferry Walintukan mengatakan kecelakaan bermula ketika sebuah truk bermuatan galon air mineral melaju dari arah Tanah Karo menuju Kota Medan. Truk tersebut diduga mengalami rem blong hingga menabrak sejumlah kendaraan.

"Adanya truk bermuatan galon air mineral mengalami rem blong, yang melaju dari arah Tanah Karo menuju Medan dan menabrak delapan kendaraan," ujar Ferry.

Sebanyak sembilan kendaraan terlibat dalam kecelakaan tersebut, terdiri dari satu truk, dua truk colt diesel, lima minibus, dan satu sepeda motor.

Akibat kejadian itu, empat orang meninggal dunia, yakni Heppi Sitinjak (60), Dinaria Manik (60), Samsir Sitinjak (30), dan Anton Simorangkir (38). Selain itu, delapan orang mengalami luka-luka dan mendapat penanganan medis.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Kecelakaan Maut Sibolangit Renggut Empat Nyawa, Keluarga Korban Ungkap Detik-Detik Pilu
  • Kecelakaan Maut Sibolangit Renggut Empat Nyawa, Keluarga Korban Ungkap Detik-Detik Pilu
  • Kecelakaan Maut Sibolangit Renggut Empat Nyawa, Keluarga Korban Ungkap Detik-Detik Pilu
  • Kecelakaan Maut Sibolangit Renggut Empat Nyawa, Keluarga Korban Ungkap Detik-Detik Pilu
  • Kecelakaan Maut Sibolangit Renggut Empat Nyawa, Keluarga Korban Ungkap Detik-Detik Pilu
  • Kecelakaan Maut Sibolangit Renggut Empat Nyawa, Keluarga Korban Ungkap Detik-Detik Pilu

Posting Komentar