Usai Dikritik Budayawan, Bupati Saepul Bahri Binzein Hapus Video Lagu 'Lalaki Langit'
PURWAKARTA – Langkah cepat diambil oleh Bupati Purwakarta menyusul derasnya gelombang kritik dari berbagai lapisan masyarakat terkait penggunaan sebuah lagu di media sosial. Lagu berjudul "Lalaki Langit" yang sempat menuai kecaman luas akhirnya diputuskan untuk dihapus dari seluruh platform digital.
Kontroversi ini mencuat setelah lagu yang memuat lirik tersebut dinilai oleh sejumlah kalangan, termasuk budayawan dan tokoh masyarakat, kurang selaras dengan nilai-nilai kesantunan dan kearifan lokal. Kritik tajam yang beredar di ruang publik mendesak adanya evaluasi atas materi publikasi tersebut demi menjaga marwah budaya daerah.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan komitmennya menjaga kondusivitas serta keharmonisan di tengah masyarakat Purwakarta, ia akan langsung menghapus atau men-take down video lagu berlirik "Lalaki Langit, Lalanang Bejat" dari seluruh platform media sosial pribadinya.
Keterangan resmi mengenai klarifikasi dan permohonan maaf ini disampaikan langsung oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, atau yang akrab disapa Om Zein. Melalui pernyataan resminya, ia meluruskan bahwa tidak ada niat buruk di balik pembuatan video tersebut dan menerima semua masukan dengan lapang dada.
"Om Zein tidak bermaksud untuk itu (mendiskreditkan atau merendahkan pihak lain)," ujarnya yang dikutip dari video sosial medianya.
"Sekali lagi Om Zein mohon maaf, terima kasih atas perhatiannya. Dan Om Zein yakin kritikan itu adalah suatu bentuk kasih sayang dan bentuk perhatian masyarakat, tokoh, atau siapa pun terhadap Om Zein," ungkapnya.
"Terima kasih yang sudah mengingatkan. Sampurasun, Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh," pungkas Om Zein dengan salam khas Sunda yang sarat akan penghormatan.
Keputusan tegas untuk menarik video lagu yang sempat memicu polemik di tanah Pasundan ini resmi disampaikan kepada publik pada hari Kamis, 2 Juli 2026. Langkah responsif dari orang nomor satu di Purwakarta ini pun diharapkan dapat meredam suasana sekaligus menjadi momentum untuk lebih mengedepankan seni budaya yang harmonis di masa mendatang.

Posting Komentar