Ad
Ad

Giliran Bupati Muara Enim Edison yang Ditahan KPK, Langsung Digiring ke Rutan Berompi Tahanan

Giliran Bupati Muara Enim Edison yang Ditahan KPK, Langsung Digiring ke Rutan Berompi Tahanan

JAKARTA – Langkah bersih-bersih lembaga anti korupsi terhadap kepala daerah yang nakal kembali membuahkan hasil. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menetapkan Bupati Muara Enim, Edison, sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa serta penerimaan suap terkait sejumlah proyek infrastruktur di wilayahnya.

Setelah menjalani pemeriksaan maraton selama belasan jam di ruang penyidik, Edison akhirnya keluar dari gedung Merah Putih KPK pada hari Selasa, 9 Juni 2026 malam dengan kondisi tangan terborgol. Ia tampak berjalan tertunduk dengan mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK sembari digiring oleh sejumlah petugas pengawal tahanan menuju mobil rutan.

Penetapan status hukum ini dilakukan setelah tim penyidik KPK menemukan dua alat bukti yang cukup serta diperkuat melalui gelar perkara (ekspose). Edison diduga kuat menerima jatah komisi (fee) hingga miliaran rupiah dari beberapa kontraktor swasta agar bisa memenangkan tender proyek strategis di Kabupaten Muara Enim.

"Berdasarkan bukti-bukti yang kuat, kami menaikkan status perkara ini ke tahap penyidikan dan menetapkan Saudara E (Edison) selaku Bupati Muara Enim sebagai tersangka. Demi kepentingan penyidikan, yang bersangkutan langsung kami lakukan penahanan selama 20 hari ke depan," ujar juru bicara KPK dalam konferensi pers di Jakarta.

Aliran Dana dan Modus Operandi

KPK mengungkapkan bahwa modus yang digunakan terbilang konvensional namun terstruktur. Tersangka diduga mengatur plot pemenang proyek sejak awal proses penganggaran di tingkat daerah, sebelum tender resmi dibuka ke publik.

Uang suap yang diterima disinyalir mengalir melalui beberapa orang kepercayaan tersangka, termasuk oknum pejabat dinas setempat, untuk kemudian digunakan demi kepentingan pribadi sang bupati. KPK menegaskan akan terus menelusuri aset-aset hasil korupsi tersebut melalui direktorat LHKPN dan pencucian uang.

"Kami tidak akan berhenti pada satu orang ini saja. Tim penyidik masih terus mendalami aliran dana tersebut karena ada indikasi kuat uang suap ini juga mengalir ke pihak-pihak lain di lingkungan Pemkab Muara Enim," tambah perwakilan KPK.

Respons Masyarakat Muara Enim

Kabar penahanan Edison ini langsung memantik reaksi beragam dari masyarakat Sumatera Selatan, khususnya warga Muara Enim. Banyak pihak yang menyayangkan kembali jatuhnya pemimpin daerah mereka ke dalam lubang korupsi yang sama untuk kesekian kalinya.

Sementara itu, kuasa hukum Edison yang mendampingi jalannya pemeriksaan menyatakan bahwa kliennya akan menghormati proses hukum yang berjalan di KPK. Kendati demikian, mereka menekankan akan fokus mempersiapkan materi pembelaan guna membuktikan bahwa tidak semua tudingan yang dialamatkan kepada kliennya di persidangan nanti sepenuhnya akurat.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Giliran Bupati Muara Enim Edison yang Ditahan KPK, Langsung Digiring ke Rutan Berompi Tahanan
  • Giliran Bupati Muara Enim Edison yang Ditahan KPK, Langsung Digiring ke Rutan Berompi Tahanan
  • Giliran Bupati Muara Enim Edison yang Ditahan KPK, Langsung Digiring ke Rutan Berompi Tahanan
  • Giliran Bupati Muara Enim Edison yang Ditahan KPK, Langsung Digiring ke Rutan Berompi Tahanan
  • Giliran Bupati Muara Enim Edison yang Ditahan KPK, Langsung Digiring ke Rutan Berompi Tahanan
  • Giliran Bupati Muara Enim Edison yang Ditahan KPK, Langsung Digiring ke Rutan Berompi Tahanan

Posting Komentar

Ad
Ad
Ad