Jembatani Buruh dan Pemerintah, Said Iqbal Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan
JAKARTA — Presiden Republik Indonesia hari ini resmi melantik Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan. Pelantikan yang berlangsung khidmat ini digelar di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin, 8 Juni 2026.
Langkah taktis ini diambil Istana sebagai bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat harmonisasi antara regulasi ketenagakerjaan, kesejahteraan buruh, dan iklim investasi yang kondusif di tanah air.
Dalam prosesi pelantikan, Said Iqbal mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden, berjanji untuk setia kepada UUD 1945 serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi kemaslahatan bangsa, khususnya para pekerja.
Saat ditemui awak media di kompleks Istana Kepresidenan usai pelantikan, Said Iqbal menyatakan bahwa jabatan baru ini merupakan amanah besar sekaligus tantangan berat. Ia menegaskan tekadnya untuk tetap menjadi jembatan yang kokoh antara aspirasi kaum buruh dan arah kebijakan pemerintah.
"Jabatan ini bukan tentang kekuasaan, melainkan ruang perjuangan baru. Fokus utama saya adalah memastikan suara-suara dari akar rumput—mulai dari isu upah layak, jaminan sosial, hingga perlindungan pekerja lokal di era otomatisasi—bisa langsung didengar dan dipertimbangkan oleh Presiden dalam mengambil keputusan strategis," ujar Said Iqbal dengan nada optimis.
Penunjukan Said Iqbal dinilai banyak pengamat politik sebagai langkah cerdas pemerintah untuk meredam tensi ketenagakerjaan yang sempat menghangat dalam beberapa tahun terakhir. Pengalamannya yang matang di dunia gerakan buruh, baik di tingkat nasional maupun internasional (ILO), diharapkan mampu memberikan perspektif yang berimbang dan solutif bagi kebijakan publik ke depan.
Menteri Ketenagakerjaan yang turut hadir dalam acara tersebut menyambut baik bergabungnya Said Iqbal ke dalam lingkaran dalam Istana. Menurutnya, kolaborasi ini akan mempercepat sinkronisasi program penciptaan lapangan kerja baru serta peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Dengan pelantikan ini, Said Iqbal dijadwalkan akan langsung aktif bekerja dan mulai menyusun peta jalan rekomendasi kebijakan ketenagakerjaan untuk disampaikan pada rapat terbatas bersama Presiden pekan depan.

Posting Komentar