Karhutla Meluas di Riau, Empat Helikopter Dikerahkan untuk Pemadaman
JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah kabupaten di Provinsi Riau terus menjadi perhatian. Untuk mempercepat upaya penanganan, petugas mengerahkan empat helikopter water bombing serta pesawat patroli guna membantu proses pemadaman dan pemantauan titik api.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai langkah bersama dalam mencegah terjadinya karhutla.
"Mari kita bersama-sama menjaga gajah, menjaga harimau, dan menjaga lingkungan agar tetap lestari," ujar Herry saat menghadiri kegiatan Riau Bhayangkara Run 2026 bertajuk "Run with Purpose, Move Forward with Riau", Minggu (19/7/2026).
Menurut Herry, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga momentum untuk membangun semangat kebersamaan serta mengajak masyarakat menyebarkan energi positif.
"Hari ini kita berkumpul untuk menjadi lebih baik. Mari kita lupakan semua pikiran buruk dan bergerak bersama membangun energi positif. Terima kasih kepada seluruh runners yang telah hadir dan menjadi bagian dari gerakan ini," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga menyampaikan bahwa suasana Kota Pekanbaru terasa lebih sejuk setelah hujan yang turun pada malam sebelumnya. Kondisi itu, menurutnya, menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.
"Jika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita. Seperti hujan yang turun tadi malam sehingga udara pagi ini menjadi sejuk. Itu adalah pengingat bahwa manusia dan alam harus hidup berdampingan," tuturnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama melakukan pencegahan terhadap karhutla yang setiap tahun menjadi salah satu persoalan utama di wilayah tersebut.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Riau beserta seluruh jajaran yang telah menyelenggarakan Riau Bhayangkara Run 2026," ujar SF Hariyanto.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi sarana menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa upaya menjaga lingkungan dan mencegah karhutla merupakan tanggung jawab bersama.
"Melalui kegiatan ini kita menyampaikan pesan bahwa kita bersama-sama melawan kebakaran hutan dan lahan demi menjaga Riau tetap hijau," katanya.
Riau Bhayangkara Run 2026 juga mengusung pesan kepedulian terhadap lingkungan melalui konsep Green Policing. Sebagai bentuk dukungan terhadap konservasi, setiap peserta mendapatkan boneka anak gajah bernama Nona Seroja yang menjadi ikon perlindungan satwa liar di Riau, serta bibit pohon Trembesi untuk ditanam sebagai bagian dari gerakan penghijauan dan pencegahan karhutla.

Posting Komentar