Prabowo Soroti Kebocoran Devisa, Izin Eksportir Nakal Terancam Dicabut

Prabowo Soroti Kebocoran Devisa, Izin Eksportir Nakal Terancam Dicabut

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terus memperkuat upaya mencegah kebocoran pendapatan negara dan mengoptimalkan pengelolaan devisa nasional melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI).

Menurut Prabowo, keberadaan PT DSI menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengatasi potensi kerugian negara akibat praktik manipulasi nilai transaksi ekspor atau under-invoicing serta transfer pricing.

Prabowo mengungkapkan, Indonesia sebelumnya berpotensi kehilangan sebagian besar nilai kekayaan dari kegiatan ekspor. Namun, setelah PT DSI mulai beroperasi, pemerintah disebut telah mengelola devisa dalam jumlah signifikan.

“Jadi kita kehilangan 50 persen kekayaan kita. Satu kali perjalanan untuk ekspor, Indonesia kehilangan 50 persen kekayaan. Jadi kita sekarang tegakkan. Saya terima kasih, saya dapat laporan dari Rosan, CEO dari Danantara, bahwa baru satu bulan bekerja, PT DSI beroperasi, PT DSI sudah mengelola devisa lebih dari 10,5 miliar dolar. Dalam satu bulan dua minggu,” ujar Prabowo dalam rapat bersama jajaran kabinet di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Presiden menjelaskan, sebelum PT DSI beroperasi, terdapat perbedaan cukup besar antara harga jual sejumlah komoditas di dalam negeri dan harga komoditas tersebut di pasar internasional.

Menurut Prabowo, selisih harga tersebut sebelumnya berada di kisaran minimal 30 persen hingga 40-45 persen. Setelah PT DSI mulai menjalankan fungsinya, selisih harga tersebut disebut berhasil ditekan hingga mendekati harga pasar global.

Atas kondisi tersebut, Prabowo menegaskan pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap eksportir yang terbukti melanggar ketentuan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mencabut izin usaha ekspor.

Presiden juga menanggapi kekhawatiran bahwa pengetatan aturan dan reformasi pengelolaan devisa dapat berdampak terhadap persepsi investor maupun penilaian lembaga pemeringkat internasional.

Namun, Prabowo mengatakan kekhawatiran tersebut tidak terbukti. Ia menyebut lembaga pemeringkat global Standard & Poor’s (S&P) justru menilai pembentukan PT DSI sebagai langkah yang tepat bagi Indonesia.

“Bukan kita takut, tapi ternyata S&P mereka sendiri sudah umumkan bahwa mereka menilai pembentukan PT DSI adalah tepat,” kata Prabowo.

Ia mengatakan S&P menilai kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan pendapatan nasional. Prabowo juga menyebut Indonesia tetap mempertahankan outlook stabil dan status investment grade.

“Tentunya kita tidak boleh cepat puas. Tapi kita sudah melihat langkah-langkah kita sekarang. Tadinya kita ditakut-takuti, ada rating agency, global rating agency nanti akan kasih rapor jelek Indonesia. Kita akan diturunkan supaya nanti enggak ada yang mau investasi di Indonesia,” ujar Prabowo.

“Mereka yang mengatakan bahwa itu langkah tepat bagi bangsa Indonesia. Dan itu bisa meningkatkan pendapatan nasional. Mereka tetap tidak menurunkan outlook kita. Kita tetap outlook stable. Kita tetap punya rating investment grade,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Prabowo menekankan pentingnya kemandirian ekonomi nasional di tengah kondisi global. Menurutnya, Indonesia harus tetap mengandalkan kekuatan fundamental dalam negeri.

“Kita hidup di dunia global, tapi kita harus percaya kepada kekuatan kita sendiri. Kita percaya kepada fundamental kita sendiri,” kata Prabowo.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki sejumlah modal penting untuk memperkuat ketahanan nasional, termasuk ketersediaan pangan, energi, air, serta lahan.

“Fundamental kita kuat, lahan kita cukup,” pungkasnya.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Prabowo Soroti Kebocoran Devisa, Izin Eksportir Nakal Terancam Dicabut
  • Prabowo Soroti Kebocoran Devisa, Izin Eksportir Nakal Terancam Dicabut
  • Prabowo Soroti Kebocoran Devisa, Izin Eksportir Nakal Terancam Dicabut
  • Prabowo Soroti Kebocoran Devisa, Izin Eksportir Nakal Terancam Dicabut
  • Prabowo Soroti Kebocoran Devisa, Izin Eksportir Nakal Terancam Dicabut
  • Prabowo Soroti Kebocoran Devisa, Izin Eksportir Nakal Terancam Dicabut

Posting Komentar